Speachless

November 25th, 2007 by no-coment

Ingat iklan salah satu produk permen yang menceritakan
seorang guru tidak dapat berbicara atas jawaban yang diberikan muridnya. Kalau
lihat iklan tersebut saya teringat beberapa kejadian yang membuat saya tidak
dapat berkata-kata atas jawaban yang diberikan oleh murid saya.

 

Kejadian 1

Saya : (Materi IP
Address, menulis satu contoh alamat IP)

"
Kalian lihat angka yang saya tulis didepan? "

Murid : " Lihaat "

Saya : "
Sekarang sebutkan nama lain dari angka yang saya tulis "

Murid : " Togel "

Saya : ……..

 

Kejadian 2
Saya : " Ketikan profil teman
kalian pada lembar kerja yang disediakan mulai dari nama lengkap, tempat tanggal lahir dan seterusnya " 

Murid 1 : " Eh, lo lahir dimana? "

Murid 2 : " Di kasur "

Saya : ………..

 

Kejadian 3

Soal Essay

Jika Seorang pelanggan menggunakan internet selama 50 jam
dalam sebulan. misal biaya telepon untuk 50 jam (termasuk abonemen) adalah Rp.
100.000,- maka biaya pemakaian internet
yang harus dibayar adalah …

 

Jawaban murid 1 : Orang tua saya yang bayar

Jawaban murid 2 : Saya pakai speedy, jadi bayar per
bulannya Rp. 300.000,-

 

Saya :…………..

 

Kejadian 4 :

Soal : Jelaskan mengapa PC menggunakan PC Cover

Jawaban murid : Biar tidak berdebu, sehingga PC tidak mudah
terserang virus.

Saya : ……….

(dalam hati ) emangnya virus komputer sama dengan virus manusia

 

Kejadian serupa juga pernah saya alami waktu saya SMA (walaupun bukan saya yang memberikan jawaban)

 

Guru : Jika seorang pilot pesawat tempur melaju dengan
kecepatan 500mil/jam, dengan arah angin berlawanan berkecepatan 150 mil/ jam,
sedang ketinggian pesawat tersebut 100 km dari permukaan bumi, pertanyaannya
adalah ….

Murid : Siapa nama pilotnya….

Kehilangan

September 13th, 2007 by no-coment

Kehilangan adalah bagian dari kehidupan tiap manusia. Kita
perlu belajar untuk menghadapinya, agar bisa meninggalkannya dan dan
melanjutkan hidup kita. Kadang kita tidak siap untuk mengalami sebuah
kehilangan, rasa tidak percaya bahwa sesuatu atau seseorang telah tiada, perasaan
perasaan bahwa semua hal tersebut tidak nyata untuk disedihkan.

 

Ketika saya mengalami kehilangan seseorang, perasaan hampa
menyelimuti selama beberapa hari sampai ahirnya saya biarkan perasaan itu pudar
serta mengejar semua ketinggalan yang saya alami seperti mengerjakan tugas atau
sibuk dengan kegiatan-kegiatan kampus saya. Dan beberapa bulan kemudian saya
menemukan sebuah buku do’a dengan sebuah puisi yang saya sendiri lupa isinya,
namun kalimat yang mengakar dalam benak saya adalah “Bila kita ketemu lagi”.
Untuk pertama kalinya perasaan duka muncul seutuhnya, untuk pertama kalinya
saya merasa kehilangan.

 

Saya sering menangisi hal-hal kecil namun tidak pernah
mencurahkannya kepada siapapun.

 

Hanya kali itulah saya merasakan duka atas kehilangan saya,
hari-hari berikutnya saya kembali membiarkan perasaan itu pudar, menghindari
semua tempat dan hal yang akan memunculkan perasaan duka itu, dan mungkin itu
salah satu kesalahan besar saya. Hingga saat ini saya merasa ada satu bagian terlewat
dari hidup yang saya jalani.

 

Salah satu buku yang saya baca mengatakan :

Lari dari rasa sedih,
bersembunyi dari rasa sedih takkan berhasil. Berpura-pura selalu bahagia adalah
kepalsuan. Jika terjadi sesuatu yang tidak indah, kamu boleh merasa sedih, dan
jika kamu tidak bisa merasa sedih, berarti kamu putus dari dunia batin kamu –
kamu nggak bisa memahami perasaan kamu yang sebenarnya.

 

Jadi siapkah anda untuk membicarakan kehilangan?

Cinta Pertama

August 14th, 2007 by no-coment

Setelah nonton Cinta Pertama hari minggu kemarin (18/8/07)
jadi inget cinta pertama saya. Eitt, tunggu dulu cinta pertama saya bukan
manusia tapi Paskibra. Saya sendiri juga binggung, kenapa bisa cinta pertama
jatuh di Paskib. Yang saya tahu ketika pertama masuk saya tidak terlalu
antusias (malah dibilang ga minat sama sekali) tapi karena dipilih untuk
latihan perdana dengan berat hati ikut juga. Satu hal yang membuat saya terus
mengikuti latihan berikutnya yaitu kalimat senior yang mengatakan kalau
diorganisasi ini kami bisa menganggap mereka keluarga sendiri. Saya yang saat
itu sangat menginginkan hadirnya sosok kakak (apalagi kakak cowo) seperti
tersihir untuk datang ke latihan-latihan selanjutnya.

Berawal dari tujuan mendapatkan sosok yang saya harapkan perkenalan
saya yang lebih dalam dengan paskibra membuat organisasi ini mendapatkan tempat
tersendiri dihati saya. Jika dilihat sekilas pada saat itu, Paskibra sendiri
tidak memiliki unsur apapun yang membahagiakan. Kebahagiaan saya datang dari
kebersamaan yang angkatan saya miliki. Memang pada akhirnya wacana untuk
mendapatkan sosok kakak raib begitu saja karena beberapa kejadian, tapi….cinta
telah bersemi dan ahirnya saya sendiri ga bisa meninggalkan organisasi ini.

 

Sampai saya masuk SMA saya merasa bahwa keluarga saya
tidaklah senormal keluarga lain. Mengkin hal ini yang mendorong saya untuk
mencari sebagian yang hilang dari keluarga saya, dan sampai saat ini saya
merasa Paskibra adalah salah satu bagian hilang yang saya cari (ada beberapa
bagian yang saya temukan belakangan).

Menang

August 5th, 2007 by no-coment

Minggu, 4 Agustus 2007

Menyaksikan lomba beris berbaris selalu menyenangkan untuk saya. Entah suasana atau rasa cemas ketika tampil dan menunggu pengumuman, dan kemenangan selalu terasa manis untuk semua orang.

Hasil latihan Paskibra SMUN 3 Bekasi diakui dengan diberikannya Piala Harapan I. Namun kejadian sebelum hasil ini keluar sungguh menyayat hati (kalimat ini didramatisir).

Pengumuman yang disampaikan saat apel penutupan menyatakan

Juara 1 Utama : SMK RISTEK Krawang

Juara 2 Utama : SMA Taman Harapan

Juara 3 Utama : SMAN 3 Bekasi

Namun beberapa saat kemudian terjadi gugatan dari SMKN 1 Bekasi (padahal saat pengumuman disebutkan bahwa keputusan tidak dapat diganggu gugat), mereka menggugat nilai PBB dasar mereka tidak seperti yang tercantum pada hasil penilaian.

Ahirnya juri berikut panitia mengadakan rapat mendadak, keputusan yang dihasilkan adalah yang tadinya nilai PBB dasar SMKN 1 adalah 2400 ternyata terjadi kesalahan ketik yang dilakukan panitia, nilai yang benar adalah 3400 (selisih seribu).

Dan Posisi juara pun berganti

Juara 1 Utama       : SMK RISTEK Krawang

Juara 2 Utama       : SMKN 1 Bekasi
Juara 3 Utama       : SMA Taman Harapan

Juara Harapan 1 : SMA 3 Bekasi

Rasa kecewa tergambar jelas diwajah adik-adik saya. Mungkin karena saya tidak terlibat pada lomba kali ini harapan saya bukan pada gelar juara yang didapatkan. Untuk saya sendiri penampilan mereka sudah sangat baik, terbukti dengan tidak adanya pengurangan nilai untuk SMA kami dan setelah 2 tahun berturut-turut tidak pernah memenangkan satu piala(pun) prestasi kali ini cukup mengobati hati.

8 tahun yang lalu PASKIBRA SMA 3 Bekasi selalu memenangkan kejuaraan-kejuaraan PBB dimanapun. Kemenangan-kemenangan itu terasa sangat manis, sampai-sampai ketika kekalahan pertama saat saya sudah keluar dari SMA terasa begitu menyakitkan dan saya tidak dapat menerimanya. Waktu itu kalimat yang saya katakan pada adik-adik saya adalah “Seharusnya teriakan kemenangan itu milik kita”. Saat itu saya sendiri lupa bahwa ada suatu hal diluar kemampuan manusia yang dinamakan takdir.

Saat SMA angkatan kami begitu membutuhkan kemenangan dan kemenangan sebagai pembuktian bahwa kami sungguh-sungguh di PASKIBRA. Masih ingat dikepala saya bagaimana orangtua kami begitu menentang anak-anaknya masuk PASKIBRA, bagaimana guru-guru memandang sinis karena kami amat menyintai organisasi kami, rasanya saat itu kemenangan adalah sebuah keharusan. Entahlah mungkin kemenangan yang kami dapatkan saat itu adalah hadiah Tuhan atas sakit dan air mata kami.

Saya sendiri tidak tahu seberapa besar keinginan menang dari adik-adik PASKIB saya, tapi saya ingin mereka merasakan manisnya rasa kemenangan, keangkuhan sesaat ketika gelar itu deberikan. Semoga lomba berikutnya di SMPN 12 & SMAN 6 kalian bisa merasakan semua itu. Aamin.

Makci Teteh

July 24th, 2007 by no-coment

Tanggal 27-28 juni kemarin semua guru-guru SMA Yadika 8
dapet jatah jalan-jalan ke ciater. Agendanya sih refreshing sekalian
mengumumkan siapa saja guru yang dieliminasi tahun ajaran ini. Buat dela
sendiri apa yang terjadi di ciater tidak terlalu berkesan (Cuma lega aja masih
dipake buat tahun ajaran ini). Tanggal 28 jam 10 pagi kita berangkat ke Bandung, agendanya Makan
siang + belanja dicihampelas. Tapi ditengah jalan ada perubahan rencana, mampir
dulu deh buat mengunjungi ketua yayasan Yadika di Subang. Awalnya dela pikir
kita bakalan punya waktu bebas sekitar 3 jam, waktu itu akan dela pakai untuk
legalisir ijazah, ngunjungin temen-temen di Unikom sama ke tempat the iwi.
Tapiii karena macet dan kunjungan tersebut kita baru sampai Bandung jam 3 sore itupun belum acara makan
siang.

 

Selesai makan siang kita ke cihampelas, betapa terkejutnya
diriku ketika ketua rombongan mengatakan waktu yang diberikan untuk belanja
sampai jam 5 sore, padahal waktu saat itu menunjukan pukul 4.15. Sediiih
banget, langsung sms ke teteh kalo ga bisa berkunjung dan berkangen-kangenan
ria, ditengah isi baterai hp yang sudah sekarat t’iwi nelepon dan bilang “biar
teteh aja yang kesana”. Jadi deh janjian sama teteh di Mc D
Matahari-Cihampelas.

 

Saat ketemuan dela lihat mata teteh udah berkaca-kaca, tanpa
teteh ngomong kangen dela tau kalau dia kangen banget sama dela. Ga terasa dua
tahun ga ketemu teteh, yang paling dela rindukan ketika ketemu dengan teteh
adalah nasihatnya yang tulus, ga ada sama sekali perasaan digurui ketika teteh memberikan
nasihatnya.

 

Walaupun cuma ketemu 15 menit sampai saat ini hati dela
masih terasa hangat kalau ingat 15 menit tersebut.

Makaci teteh :)

Ikhlas

May 22nd, 2007 by no-coment

Alkisah saat remedial(her) lisan komputer kelas 1 SMA
Saya   : Apa pengertian undo?
Murid : Perintah untuk mengembalikan perintah terahir
Saya   : Apa pengertian redo?
Murid : Ikhlas
Saya  : …..#*%#….

Sahabat vs Waktu

May 22nd, 2007 by no-coment

Karena masalah curhatan yang kemarin, saya jadi ingat waktu
kirim pesan yang meminta si pengirim pesan untuk mengembalikan pesan tersebut
kepada saya jika mereka sayang ama saya. Dan ternyata dari seluruh daftar teman
yang ada Cuma TIGA
yang mengembalikan pesan tersebut ke saya. Apa artinya ini yang
beneran care cuma tiga orang itu hiks…hiks…

 

Dulu kakak saya pernah bilang kalau tiap persahabatan ada
jangka waktunya, kalau sudah berahir yang tadinya teman dekeeeet banget bisa
kaya orang asing. Apa bener gitu? Padahal rasa sayang saya ke temen-temen saya
masih sama seperti yang dulu (kaya judul lagu ya)

 

Ada

sahabat saya waktu SMP, Dian namanya. Percaya atau nggak, waktu SMP saya ga
bisa ketawa (aneh ya) bahkan untuk ngobrol sama anak-anak yang lain juga hampir
ga pernah (pernah ada yang menganggap saya bisu waktu itu :D ) nah Dian yang
ngajarin saya bersosialisasi sama anak-anak yang lain. Persahabatan saya sama
Dian ini terus berlanjut sampai masuk ke SMA tapiiiii sesaat sebelum ulangan
caturwulan 1 dia pindah ke SMA lain. Waktu itu sediiiih banget, tapi karena
rumah kita di kompleks yang sama jadinya kita tetap ketemu seminggu sekali
dengan agendanya JOGING (walaupun sampai di GOR cuma baca komik sama nyari baso :D ). Dan sampai pada ahirnya kita sibuk ama usrusan masing-masing.

 

Temen-temen yang dikampus juga ga jauh beda, setelah lulus
saya coba SMS ke beberapa orang tapi ga dibales, mereka ga punya pulsa ato udah
lupa sama saya hiks….

 

Yang mulai saya rasakan jarang ketemu adalah temen-temen
ngaji saya. Yang tadinya kalo kita ngaji bisa seminggu sekali sekarang tiga
bulan sekali aja belum tentu. Apa mereka akan menghilang juga, waktu mereka
untuk pertemanan kami juga akan habis?

 

saya pernah mendengar sebuah hadis yang kira-kira isinya
seperti ini

 

“tidak akan berpisah dua orang yang saling menyintai karena
Allah melainkan mereka akan dikumpulkan kembali disyurga”

 

Salah satu hal yang saya rindukan saat berkumpul bersama
teman-teman saya adalah nasihat-nasihat mereka yang selalu menenangkan hati.
Sekarang kalau saya dengar lagu Hawari-alangkah susahnya mencari kawan, saya
selalu nangis

bombay

:(( 

tapi penggalan hadis diatas jadi obat penghibur bagi saya
(walaupun kemudian muncul pertanyaan “emangnya gue masuk syurga?”)

Pertama

April 2nd, 2007 by no-coment

A

hirnya bikin blog juga. Sebenernya agak ringkih juga buat tulisan yang akan dibaca orang banyak. Selama ini kalau menulis hanya di buku harian (yang udah 3 tahun vakum). Saya mulai menulis dibuku harian sejak tahun 2000 sampai yang terahir 2004, setelah itu mulai berhenti karena skripsi dan ahirnya keterusan. Hasil yang didapatkan dari menulis baru terasa ketika proses tersebut sudah berjalan selama 1 tahun, saat membaca kembali kejadian dan pemikiran dimasa lalu saya, bagaimana ahirnya saya bisa lebih bijak menilai apa yang saya anggap bencana dimasa lalu ternyata anugrah dimasa kini, lucu-lucuan dan kekonyolan dimasa tersebut, dan mengobati luka yang terjadi saat itu. Kerinduan untuk menulis kembali sangat besar, mungkin karena bukan remaja lagi buku harian ternyata tidak sesuai lagi dengan keadaan saya.

Awalnya iri dengan kawan-kawan yang buat blog dan isi dari blog mereka saya anggap sangat menarik. Hehe sebelum blog ini jadipun saya sempat ragu-ragu karena masih malu dengan isi tulisan saya yang masih suka ga jelas.

Tapi melalui tulisan saya dapat mengungkapkan pemikiran dan pendapat saya, he…kalau boleh jujur saya bukan tipe orang yang bisa mengungkapkan pendapat melalui lisan secara langsung. Acapkali tiap mengajukan pendapat saya malah jadi gagap dan lupa apa yang akan saya sampaikan. Makanya nama blog ini saya tentukan sebagai bicara, dengan harapan dimasa yang akan datang saya dapat berbicara sesuai dengan proposi dan kondisi yang tepat.

Semoga blog ini ada manfaatnya untuk semua. Mohon bimbingannya agar saya dapat menulis dengan lebih baik.