Diskusi di Kuliah

Kuliah aktaIV tidak sama dengan perkuliahan yang saya alami saat di UNIKOM. Kebanyakan dosen kami tidak memberikan ceramah saat mengajar, namun lebih banyak mengadakan diskusi atas permasalahan yang dipaparkan oleh dosen. Beberapa dosen tidak memberikan caramah namun memberikan bahan diskusi untuk disampaikan secara berkelompok. Saya bukan tipe orang yang suka berbicara dalam diskusi (tipe yang gak mau repot lah) tapi dibeberapa kesempatan saya ingin menyampaikan apa yang ada didalam benak saya. Anehnya setiap saya mengemukakan pendapat semua kelas langsung sunyi (padahal apa yang saya sampaikan biasa saja), nah melihat situasi kelas yang tiba-tiba sunyi dan tatapan mata dari rekan-rekan membuat konsentrasi saya buyar (padahal dari awal setiap pendapat tidak benar-benar diperhatikan oleh seluruh kelas), karena sudah terlanjur mengemukakan opini terpaksa saya harus terus meneruskannya. Ditengah kepanikan saya coba untuk mengingat "apa sih yang mau gue omongin?" ahirnya pembicaraan saya malah muter-muter gak tentu arah walaupun disaat terahir saya dapat menemukan kembali inti dari pembicaraan saya.

Anehnya… setelah saya duduk teman-teman saya malah tepuk tangan, HAH…?

3 Responses to “Diskusi di Kuliah”

  1. Lhyta Says:

    Mungkin karena pendapatnya luar biasa? :-p
    Aq juga ngalamin itu, kok! Kuncinya supaya relax, PD aja, lagi! Anggap aja perhatian itu sbg bentuk appreciate yg tinggi kpd qta. Enak, lo, jadi pusat perhatian itu! Koneksi gampang dan nilai pun lancar!(berdasarkan pengalaman ^_^)

  2. eMaSdHaNoe III Says:

    iya bener. pede aja. klo aq mah suka ngomong. tapi gak suka baca. jadi klo presentasi y ngocol ngocol doang.

    looooooooohhhh,,
    piye toh,,??
    hehehe

  3. Dela Says:

    @Lhyta
    iya sih, tapi geli aja, orang saya juga gak tau apa yang diomongin, mereka malah tepuk tangan

    @eMaSdHaNoe
    Waduh kalo saya ngocol waktu presentasi ntar dikira badut lagi (jangan-jangan kemarin mereka tepuk tangan karena badut *ekspresi muka pucat*)

Leave a Reply