Archive for May, 2008

Bukan guru yadika

Tuesday, May 27th, 2008

uru Hari ini saya bener-bener malas datang ke sekolah, hal ini disebabkan kejadian kemarin. Buat saya menjadi seorang guru benar-benar menyenangkan, tapi dilain pihak image ”tanpa tanda jasa” benar-benar memuakan. Ahir-ahir ini pemerintah sedang menaikan taraf hidup para guru, salah satu caranya adalah dengan memberikan tunjangan sebanyak 200rb/ bulan yang diberikan tiap enam bulan sekali. Tentunya guru-guru penerima tunjangan ini diajukan oleh pihak sekolah, syaratnya adalah masa kerja lebih dari satu tahun.

Saya sendiri sudah bekerja selama 1 tahun 8 bulan saat ini tapi nama saya tidak ada dalam daftar pengajuan tersebut (hal ini saya ketahui setelah orang Tata Usaha meminta bantuan saya untuk memindahkan data yang akan diajukan kedalam CD, dan dengan sengaja saya membuka file tersebut). Kesal, marah, kecewa, itu yang saya rasakan kemarin siang. ”Bukan guru Yadika” kata mereka, emangnya lab komputer ini negeri antah berantah buat mereka? Saya sangat menyesal telah mengantarkan nama Yadika 8 sebagai juara komputer 2 tahun berturut-turut. Menyesal membantu pembuatan RPP guru-guru disini, menyesal menjadikan kepala sekolah ini sebagai figur ”kepala sekolah ideal”.

SAKIT HATI KOE…..

Pagi tadi walaupun kepsek udah nongkrong didepan saya sengaja tidak menyapa seperti biasanya. Muak lihat muka dia…. Emangnya kenapa kalo saya digaji dari lembaga? Apa itu yang membuat saya ”bukan guru Yadika”? Anak siapa yang saya bawa menang kemarin? Anak sekolah mana yang saya ajar sekarang?

Diskusi di Kuliah

Thursday, May 22nd, 2008

Kuliah aktaIV tidak sama dengan perkuliahan yang saya alami saat di UNIKOM. Kebanyakan dosen kami tidak memberikan ceramah saat mengajar, namun lebih banyak mengadakan diskusi atas permasalahan yang dipaparkan oleh dosen. Beberapa dosen tidak memberikan caramah namun memberikan bahan diskusi untuk disampaikan secara berkelompok. Saya bukan tipe orang yang suka berbicara dalam diskusi (tipe yang gak mau repot lah) tapi dibeberapa kesempatan saya ingin menyampaikan apa yang ada didalam benak saya. Anehnya setiap saya mengemukakan pendapat semua kelas langsung sunyi (padahal apa yang saya sampaikan biasa saja), nah melihat situasi kelas yang tiba-tiba sunyi dan tatapan mata dari rekan-rekan membuat konsentrasi saya buyar (padahal dari awal setiap pendapat tidak benar-benar diperhatikan oleh seluruh kelas), karena sudah terlanjur mengemukakan opini terpaksa saya harus terus meneruskannya. Ditengah kepanikan saya coba untuk mengingat "apa sih yang mau gue omongin?" ahirnya pembicaraan saya malah muter-muter gak tentu arah walaupun disaat terahir saya dapat menemukan kembali inti dari pembicaraan saya.

Anehnya… setelah saya duduk teman-teman saya malah tepuk tangan, HAH…?