Obsesi menang???
Peristiwa menang lomba komputer kemarin membawa sebuah pertanyaan besar untuk saya.
Pertama kali saya mengikuti lomba formal saat SMA (Paskibra), seingat saya lomba-lomba yang saya ikuti dan melakukan yang terbaik pada saat lomba tidak pernah kalah (paling tidak saat penyisihan) walaupun tidak mendapatkan juara pertama tapi selalu dapat predikat “menang”.
Kata-kata saya saat perlombaan yang mengatakan “kalau melakukan yang terbaik biasanya menang” serius. Artinya saya mengharapkan predikat juara menempel pada anak asuh saya setelah semua latihan yang kami lakukan.
Hal ini saya ceritakan pada teman-teman saya saat diperjalanan ke Bandung sabtu (8-9 maret) kemarin, dan mereka sepakat mengatakan bahwa saya telah terobsesi dengan kemenangan.
Perkataan mereka membuat saya berfikir kembali tentang semua kemenangan yang telah saya raih. Seingat saya selama saya melakukan latihan untuk pertandingan, saya selalu melakukan yang terbaik, saya memaksa diri saya untuk semaksimal mungkin jadi menurut saya wajar ketika saya ingin untuk mendapatkan yang terbaik untuk semua yang telah saya lakukan. Sehingga kata-kata itulah yang selalu saya tekankan saat menghadapi perlombaan “melakukan yang terbaik”
Apakah saya terobsesi untuk menang?
Saya pikir tidak… saya sempat memikirkan kembali kemenangan-kemenangan yang telah saya raih selama ini. Tidak semua kemenangan yang saya rasakan ada ditempat pertama. Saat SMKN 1 Cikarang menang berturut-turut menjadi juara pertama sedang kami juara kedua saya tidak merasakan iri atau kecewa karena penampilan mereka saya akui memang sangat baik dan mereka pantas untuk mendapatkan tempat pertama tersebut. Lalu seandainya saja lomba komputer kemarin anak-anak saya tidak mendapatkan temapat pertama apakah saya akan kecewa?… Mungkin saya akan kecewa tapi juga akan menerimanya sebagai pengakuan bahwa ada yang melakukan lebih baik dari apa yang kami lakukan.
Jadi apa ini termasuk obsesi?
Entahlah mungkin orang lain yang dapat melihatnya, saya sendiri tidak merasa demikian, saya hanya merasa harus melakukan yang terbaik untuk semuanya dan berharap yang terbaik pula dari yang sudah dilakukan. Jika saya tidak mendapatkan yang terbaik, ya… itu sih takdir