Menang
Minggu, 4 Agustus 2007
Menyaksikan lomba beris berbaris selalu menyenangkan untuk saya. Entah suasana atau rasa cemas ketika tampil dan menunggu pengumuman, dan kemenangan selalu terasa manis untuk semua orang.
Hasil latihan Paskibra SMUN 3 Bekasi diakui dengan diberikannya Piala Harapan I. Namun kejadian sebelum hasil ini keluar sungguh menyayat hati (kalimat ini didramatisir).
Pengumuman yang disampaikan saat apel penutupan menyatakan
Juara 1 Utama : SMK RISTEK Krawang
Juara 2 Utama : SMA Taman Harapan
Juara 3 Utama : SMAN 3 Bekasi
Namun beberapa saat kemudian terjadi gugatan dari SMKN 1 Bekasi (padahal saat pengumuman disebutkan bahwa keputusan tidak dapat diganggu gugat), mereka menggugat nilai PBB dasar mereka tidak seperti yang tercantum pada hasil penilaian.
Ahirnya juri berikut panitia mengadakan rapat mendadak, keputusan yang dihasilkan adalah yang tadinya nilai PBB dasar SMKN 1 adalah 2400 ternyata terjadi kesalahan ketik yang dilakukan panitia, nilai yang benar adalah 3400 (selisih seribu).
Dan Posisi juara pun berganti
Juara 1 Utama : SMK RISTEK Krawang
Juara 2 Utama : SMKN 1 Bekasi
Juara 3 Utama : SMA Taman Harapan
Juara Harapan 1 : SMA 3 Bekasi
Rasa kecewa tergambar jelas diwajah adik-adik saya. Mungkin karena saya tidak terlibat pada lomba kali ini harapan saya bukan pada gelar juara yang didapatkan. Untuk saya sendiri penampilan mereka sudah sangat baik, terbukti dengan tidak adanya pengurangan nilai untuk SMA kami dan setelah 2 tahun berturut-turut tidak pernah memenangkan satu piala(pun) prestasi kali ini cukup mengobati hati.
8 tahun yang lalu PASKIBRA SMA 3 Bekasi selalu memenangkan kejuaraan-kejuaraan PBB dimanapun. Kemenangan-kemenangan itu terasa sangat manis, sampai-sampai ketika kekalahan pertama saat saya sudah keluar dari SMA terasa begitu menyakitkan dan saya tidak dapat menerimanya. Waktu itu kalimat yang saya katakan pada adik-adik saya adalah “Seharusnya teriakan kemenangan itu milik kita”. Saat itu saya sendiri lupa bahwa ada suatu hal diluar kemampuan manusia yang dinamakan takdir.
Saat SMA angkatan kami begitu membutuhkan kemenangan dan kemenangan sebagai pembuktian bahwa kami sungguh-sungguh di PASKIBRA. Masih ingat dikepala saya bagaimana orangtua kami begitu menentang anak-anaknya masuk PASKIBRA, bagaimana guru-guru memandang sinis karena kami amat menyintai organisasi kami, rasanya saat itu kemenangan adalah sebuah keharusan. Entahlah mungkin kemenangan yang kami dapatkan saat itu adalah hadiah Tuhan atas sakit dan air mata kami.
Saya sendiri tidak tahu seberapa besar keinginan menang dari adik-adik PASKIB saya, tapi saya ingin mereka merasakan manisnya rasa kemenangan, keangkuhan sesaat ketika gelar itu deberikan. Semoga lomba berikutnya di SMPN 12 & SMAN 6 kalian bisa merasakan semua itu. Aamin.