Archive for August, 2007

Cinta Pertama

Tuesday, August 14th, 2007

Setelah nonton Cinta Pertama hari minggu kemarin (18/8/07)
jadi inget cinta pertama saya. Eitt, tunggu dulu cinta pertama saya bukan
manusia tapi Paskibra. Saya sendiri juga binggung, kenapa bisa cinta pertama
jatuh di Paskib. Yang saya tahu ketika pertama masuk saya tidak terlalu
antusias (malah dibilang ga minat sama sekali) tapi karena dipilih untuk
latihan perdana dengan berat hati ikut juga. Satu hal yang membuat saya terus
mengikuti latihan berikutnya yaitu kalimat senior yang mengatakan kalau
diorganisasi ini kami bisa menganggap mereka keluarga sendiri. Saya yang saat
itu sangat menginginkan hadirnya sosok kakak (apalagi kakak cowo) seperti
tersihir untuk datang ke latihan-latihan selanjutnya.

Berawal dari tujuan mendapatkan sosok yang saya harapkan perkenalan
saya yang lebih dalam dengan paskibra membuat organisasi ini mendapatkan tempat
tersendiri dihati saya. Jika dilihat sekilas pada saat itu, Paskibra sendiri
tidak memiliki unsur apapun yang membahagiakan. Kebahagiaan saya datang dari
kebersamaan yang angkatan saya miliki. Memang pada akhirnya wacana untuk
mendapatkan sosok kakak raib begitu saja karena beberapa kejadian, tapi….cinta
telah bersemi dan ahirnya saya sendiri ga bisa meninggalkan organisasi ini.

 

Sampai saya masuk SMA saya merasa bahwa keluarga saya
tidaklah senormal keluarga lain. Mengkin hal ini yang mendorong saya untuk
mencari sebagian yang hilang dari keluarga saya, dan sampai saat ini saya
merasa Paskibra adalah salah satu bagian hilang yang saya cari (ada beberapa
bagian yang saya temukan belakangan).

Menang

Sunday, August 5th, 2007

Minggu, 4 Agustus 2007

Menyaksikan lomba beris berbaris selalu menyenangkan untuk saya. Entah suasana atau rasa cemas ketika tampil dan menunggu pengumuman, dan kemenangan selalu terasa manis untuk semua orang.

Hasil latihan Paskibra SMUN 3 Bekasi diakui dengan diberikannya Piala Harapan I. Namun kejadian sebelum hasil ini keluar sungguh menyayat hati (kalimat ini didramatisir).

Pengumuman yang disampaikan saat apel penutupan menyatakan

Juara 1 Utama : SMK RISTEK Krawang

Juara 2 Utama : SMA Taman Harapan

Juara 3 Utama : SMAN 3 Bekasi

Namun beberapa saat kemudian terjadi gugatan dari SMKN 1 Bekasi (padahal saat pengumuman disebutkan bahwa keputusan tidak dapat diganggu gugat), mereka menggugat nilai PBB dasar mereka tidak seperti yang tercantum pada hasil penilaian.

Ahirnya juri berikut panitia mengadakan rapat mendadak, keputusan yang dihasilkan adalah yang tadinya nilai PBB dasar SMKN 1 adalah 2400 ternyata terjadi kesalahan ketik yang dilakukan panitia, nilai yang benar adalah 3400 (selisih seribu).

Dan Posisi juara pun berganti

Juara 1 Utama       : SMK RISTEK Krawang

Juara 2 Utama       : SMKN 1 Bekasi
Juara 3 Utama       : SMA Taman Harapan

Juara Harapan 1 : SMA 3 Bekasi

Rasa kecewa tergambar jelas diwajah adik-adik saya. Mungkin karena saya tidak terlibat pada lomba kali ini harapan saya bukan pada gelar juara yang didapatkan. Untuk saya sendiri penampilan mereka sudah sangat baik, terbukti dengan tidak adanya pengurangan nilai untuk SMA kami dan setelah 2 tahun berturut-turut tidak pernah memenangkan satu piala(pun) prestasi kali ini cukup mengobati hati.

8 tahun yang lalu PASKIBRA SMA 3 Bekasi selalu memenangkan kejuaraan-kejuaraan PBB dimanapun. Kemenangan-kemenangan itu terasa sangat manis, sampai-sampai ketika kekalahan pertama saat saya sudah keluar dari SMA terasa begitu menyakitkan dan saya tidak dapat menerimanya. Waktu itu kalimat yang saya katakan pada adik-adik saya adalah “Seharusnya teriakan kemenangan itu milik kita”. Saat itu saya sendiri lupa bahwa ada suatu hal diluar kemampuan manusia yang dinamakan takdir.

Saat SMA angkatan kami begitu membutuhkan kemenangan dan kemenangan sebagai pembuktian bahwa kami sungguh-sungguh di PASKIBRA. Masih ingat dikepala saya bagaimana orangtua kami begitu menentang anak-anaknya masuk PASKIBRA, bagaimana guru-guru memandang sinis karena kami amat menyintai organisasi kami, rasanya saat itu kemenangan adalah sebuah keharusan. Entahlah mungkin kemenangan yang kami dapatkan saat itu adalah hadiah Tuhan atas sakit dan air mata kami.

Saya sendiri tidak tahu seberapa besar keinginan menang dari adik-adik PASKIB saya, tapi saya ingin mereka merasakan manisnya rasa kemenangan, keangkuhan sesaat ketika gelar itu deberikan. Semoga lomba berikutnya di SMPN 12 & SMAN 6 kalian bisa merasakan semua itu. Aamin.